HENDAKLAH SEORANG MUKMIN BERADA DALAM SALAH SATU DARI DUA KEADAAN
Ibnu Rojab rohimahullah berkata,
Dunia bagi seorang mukmin bukanlah negeri untuk menetap, bukan sebagai tempat tinggal.. Hendaklah seorang mukmin berada dalam salah satu keadaan :
(1) menjadi seorang ghorib (orang asing), tinggal di negeri asing, ia semangat mempersiapkan bekal untuk kembali ke negeri tempat tinggal sebenarnya.
(2) menjadi seorang musafir, tidak tinggal sama sekali, bahkan malam dan siangnya ia terus berjalan ke negeri tempat tinggalnya.
Maka dari itu Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam mewasiatkan kepada Ibnu ‘Umar rodhiyallahu ‘anhumaa agar hidup di dunia dengan salah satu dari dua keadaan ini.
( Jaami’ Al-‘Uluum wa Al-Hikam, 2:378 )
ref : https://bbg-alilmu.com/archives/52331
Playlist video kajian singkat bab kehidupan dunia
baca juga
SYARAH HADITS ARBA'IN
BACA JUGA
- Bekerja untuk Duniamu Seakan-Akan Hidup Selamanya
- Dampak Mengutamakan Dunia: Kehidupan Fana vs Keabadian Akhirat
- Apakah Ikhlas Berarti Tidak Boleh Mengharap Pahala dan Surga?
- Tsalatsatul Ushul Khauf dan Raja’
- Antara Rasa Harap dan Takut
- PILAR PILAR DALAM IBADAH
- Penjelasan Menarik Mengenai Doa, Harap, Takut, Khusyuk, dan Tawakal
- Faedah Surat An-Nuur #32: Meninggalkan Kesibukan Dunia itu Berat
- Tertipu dengan Dunia, Lalai dengan Kehidupan Akhirat
- Jangan Lupakan Nasib Kalian di Dunia
- Meninggalkan Shalat Karena Sibuk dengan Dunia
- Aku Sesuai Persangkaan Hamba-Ku Hingga Balasan Mengingat Allah
- Memprioritaskan Akhlak kepada Allah
- LALAI DENGAN KESIBUKAN MENCARI KEUNTUNGAN DUNIAWI DAN CARA MENGATASINYA
- MEMBUANG WAKTU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar