“Menghargai Waktu dan Bahaya Menyia-Nyiakannya”
KHUTBAH PERTAMA
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah Subhānahu wa Ta‘ālā, Dzat yang telah menciptakan waktu sebagai tempat beramal, dan menjadikan siang dan malam silih berganti untuk manusia yang mau mengambil pelajaran.
Ashhadu an lā ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lah, dan ashhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasūluhu. Allahumma shalli wa sallim ‘alā nabiyyinā Muhammad, keluarga, sahabat, serta seluruh pengikutnya hingga hari kiamat.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullāh,
Aku wasiatkan kepada diri saya dan jamaah sekalian agar terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa adalah sebaik-baik bekal untuk menempuh kehidupan dunia hingga akhirat.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Di antara nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia adalah waktu. Waktu adalah modal hidup, dan ia terus berjalan tanpa pernah berhenti. Barang siapa menggunakan waktunya dengan kebaikan, ia akan beruntung. Namun siapa yang menyia-nyiakannya, ia akan termasuk golongan yang rugi.
Allah Ta‘ālā berfirman:
وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.”
(QS. Al-‘Asr: 1–3)
Imam Asy-Syafi’i berkata:
“Seandainya manusia hanya merenungi surah ini, niscaya ia sudah mencukupi.”
Karena surah ini menegaskan bahwa waktu adalah perhiasan sekaligus ujian, dan kebanyakan manusia tertipu olehnya.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Rasulullah ﷺ mengingatkan dengan sabdanya:
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu karenanya: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Bukhari)
Manusia sering menyangka waktu masih panjang, sehingga amal shalih ditunda. Ia lupa bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali. Hari ini tidak akan kembali meskipun kita menyesal seribu kali.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum tuamu, kesehatanmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum fakirmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, hidupmu sebelum matimu.”
(HR. Hakim – shahih)
Hadits ini adalah wasiat bagi umat Islam: gunakan setiap kesempatan untuk beramal sebelum kesempatan itu hilang.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Salah satu tanda baiknya kualitas Islam seseorang adalah kemampuannya menjaga waktu. Rasul ﷺ bersabda:
“Termasuk baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”
(HR. Tirmidzi)
Meninggalkan hal tidak bermanfaat berarti menahan diri dari:
-
perbuatan sia-sia,
-
hiburan berlebihan,
-
perdebatan yang tidak perlu,
-
aktivitas yang tidak menambah ilmu, iman, dan amal.
Waktu yang pergi tidak akan pernah kembali. Hari-hari kita adalah lembaran amal yang kelak akan dibuka di hadapan Allah. Setiap detik yang kita gunakan untuk membaca Al-Qur’an, shalat, menuntut ilmu, bekerja halal, dan membantu orang lain akan menjadi saksi kebaikan di hari kiamat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan bergerak kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya… tentang umurnya untuk apa ia habiskan.”
(HR. Tirmidzi)
Ini menunjukkan bahwa umur dan waktu adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Hadirin rahimakumullah,
Marilah kita gunakan waktu dengan sebaik-baiknya:
-
Isi pagi dengan dzikrullah,
-
isi siang dengan mencari nafkah halal,
-
isi sore dengan tilawah,
-
isi malam dengan merenungi diri dan memperbaiki ibadah.
Dunia hanyalah ladang untuk akhirat. Waktu kita terbatas, sementara amanah dan dosa kita banyak. Maka jangan tunda amal, jangan biarkan waktu kosong tanpa manfaat.
Barakallahu li wa lakum fil Qur’āni al-‘Azhīm, dan semoga Allah memberkahi kita dengan Al-Qur’an dan sunnah Nabi-Nya.
Aku berkata demikian, dan memohon ampun kepada Allah untukku, untuk kalian dan seluruh kaum muslimin.
Maka mohonlah ampun kepada-Nya, sungguh Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
KHUTBAH KEDUA
Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah yang telah memberi kita kesempatan hidup hingga hari ini.
Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah salawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarganya, sahabatnya, dan seluruh pengikutnya.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada bagaimana ia mengisi waktunya. Waktu tidak akan menunggu kita. Setiap hari yang berlalu akan menjadi saksi di hadapan Allah.
Oleh karena itu, mari kita tingkatkan takwa dengan:
-
memperbaiki shalat kita,
-
memperbanyak dzikir dan doa,
-
memperbanyak amal shalih,
-
menghindari perbuatan sia-sia,
-
dan memohon ampun atas waktu yang terbuang.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai memanfaatkan waktu dan mendapatkan keberkahan pada setiap detik umur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar