Jangan Tampakkan Amal

 Jika Amal Kebaikan sudah dipamerkan di Alam Maya. Lantas, apa yang akan anda Persembahkan dihadapan-Nya..??

Hadits Qudsi, Alloh Ta'ala berfirman :
"Aku paling tidak butuh pada sekutu-sekutu, barangsiapa yang beramal sebuah amal

kemudian dia menyekutukan-Ku di dalamnya maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya"
(HR. Muslim)

Syarat paling utama suatu amalan diterima di sisi Allah adalah ikhlas. Tanpanya, amalan seseorang akan sia-sia belaka. Syaitan tidak henti-hentinya memalingkan manusia,

menjauhkan mereka dari keikhlasan. Salah satunya adala melalui pintu riya’ yang banyak tidak disadari setiap hamba.

Yang dimaksud riya’ adalah melakukan suatu amalan agar orang lain bisa melihatnya kemudian memuji dirinya. Termasuk ke dalam riya’ yaitu sum’ah, yakni melakukan suatu amalan agar orang lain mendengar

https://t.me/belajarsunnahs


SEMBUNYIKAN KEBAIKANMU ! ◼️

Hasan al-Bashri رحمه الله berkata :

إِنْ كَانَ الرَّجُلَ لَقَدْ جَمَعَ الْقُرْآنَ وَمَا يَشْعُرُ بِهِ جَارُهُ ، وَإِنْ كَانَ الرَّجُلُ لَقَدْ فَقِهَ الْفِقْهَ الْكَثِيرَ وَمَا يَشْعُرُ بِهِ النَّاسُ ، وَإِنْ كَانَ الرَّجُلُ لَيُصَلِّي الصَّلاَةَ الطَّوِيلَةَ فِي بَيْتِهِ وَعِنْدَهُ الزُّوَّرُ وَمَا يَشْعُرُونَ بِهِ

"Dahulu ada orang yang telah menghafal Al-Qur'an, namun orang Tdk mengetahui. Ada juga orang yang 'menguasai' banyak dari fiqih, tetapi orang tdk menyadarinya. Ada pula orang yang 'Shalatnya Panjang' di rumahnya, tetapi bahkan tamunya pun tidak tahu apa yg ia lakukan" (lihat Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-A'raf [7]: 55)

Beginilah seorang muslim yang "Benar", di mana mereka suka menyembunyikan amal atau kelebihan yang mereka miliki.

Terkadang ada muslim yg menyebutkan dirinya suka mengkhatamkan Al-Qur'an, sering puasa dawud, dan shalat malam, bersedekah dll. Mereka "tidak khawatir" akan hilangnya Pahala dan Dosa besar.

Tapi ada yang aneh, yaitu seseorang yg tidak memiliki kelebihan, tetapi mereka sering memamerkan dan menceritakan apa yg tdk dimiliki dan tidak dikerjakan.

Nas-alullahas Salaamah wal 'Aafiyah....

✍️ Ustadz Najmi Umar Bakkar
https://telegram.me/najmiumar
Instagram : @najmiumar_official
Youtube : najmi umar official


TIPU DAYA “YANG TUNAI” (bag.2)

🎙️ Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

فإيثار هذا النقد على هذه النسيئة، من أعظم الغبن وأقبح الجهل، وإذا كان هذا نسبة الدنيا بمجموعها إلى الآخرة، فما مقدار عمر الإنسان بالنسبة إلى الآخرة، فأيما أولى بالعاقل؟ إيثار العاجل في هذه المدة اليسيرة، وحرمان الخير الدائم في الآخرة، أم ترك شيء حقير صغير منقطع عن قرب، ليأخذ ما لا قيمة له ولا خطر له، ولا نهاية لعدده، ولا غاية لأمده؟

Maka lebih mengutamakan yang “tunai” ini daripada yang “ditunda” itu adalah termasuk kerugian terbesar dan kebodohan yang terburuk.

Jika demikian perbandingan seluruh dunia dengan akhirat, maka bagaimana lagi dengan umur manusia dibandingkan dengan akhirat?

Maka mana yang lebih pantas bagi orang berakal; mengutamakan yang segera dalam waktu yang sangat singkat ini, lalu kehilangan kebaikan yang kekal di akhirat?

Ataukah meninggalkan sesuatu yang hina, kecil, dan segera terputus, untuk mendapatkan sesuatu yang tidak terhitung nilainya, tidak ada batas jumlahnya, dan tidak ada akhir masanya?

📚 Ad-Da'u wad Dawa'u 36.






MENUTUP AMALAN DENGAN ISTIGHFAR
•••
Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
"Tidak ada yang lebih baik daripada menutup amalan dengan tobat dan istigfar. Jika amalan itu buruk maka akan menjadi pelebur dosa baginya. Namun jika baik maka akan menjadi penutup/segel baginya."
(Lathaiful Ma'arif, 345)

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah melalui :

Website https://www.abdurrahmanbinauf.or.id
Facebook Fans Page https://www.facebook.com/sahabatkliksunnah
Subscribe YouTube https://www.youtube.com/c/KlikSunnah
Follow Instagram https://www.instagram.com/kliksunnah/
Gabung Channel Telegram : https://t.me/kliksunnahofficial
Follow Tiktok https://www.tiktok.com/@kliksunnahofficial


MENUTUP  AMALAN DENGAN ISTIGHFAR

Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
"Tidak ada yang lebih baik daripada menutup amalan dengan tobat dan istigfar. 
Jika amalan itu buruk maka akan menjadi pelebur dosa baginya. 
Namun jika baik maka akan menjadi penutup/segel baginya."
(Lathaiful Ma'arif, 345)

🕌 Silahkan bergabung untuk mendapatkan info seputar kajian dan atau ilmu sesuai sunnah melalui :

Website https://www.abdurrahmanbinauf.or.id
Facebook Fans Page https://www.facebook.com/sahabatkliksunnah
Subscribe YouTube https://www.youtube.com/c/KlikSunnah
Follow Instagram https://www.instagram.com/kliksunnah/
Gabung Channel Telegram : https://t.me/kliksunnahofficial
Follow Tiktok https://www.tiktok.com/@kliksunnahofficial



*SEBUAH RENUNGAN NASEHAT*

🪷" Dalam surah Al-An'am 84-88 Allah memuji para Nabi dalam rangkaian ayat secara berurutan. Kemudian Allah menutup pujian tersebut dengan firman-Nya:

{  وَلَوۡ أَشۡرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنۡهُم مَّا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ }

"Sekiranya mereka berbuat kesyirikan pada Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan." [QS Al-An`am: 88]

Demikianlah betapa tegasnya Allah dalam urusan kesyirikan,
Dan tak ada ruang bagi siapa pun.

Sungguh merupakan sebuah renungan bagi kita semua..

Pada akhir ayat di atas Allah ﷻ menegaskan akan bahaya kesyirikan. Tentunya para nabi mustahil melakukan kesyirikan. Namun Allah ﷻ hendak menegaskan betapa bahayanya dosa syirik, sehingga Allah menyatakan bahwa kesyirikan akan menggugurkan segala amal seseorang dan melepas dari level yang telah ia capai sebelumnya, bahkan meskipun ia adalah seorang nabi. Allah ﷻ berfirman,

﴿وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا ٱلۡبَلَدَ ءَامِنٗا وَٱجۡنُبۡنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعۡبُدَ ٱلۡأَصۡنَامَ﴾

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim: 35)

Jika Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam yang merupakan bapaknya orang-orang yang bertauhid. Beliau masih khawatir dan selalu meminta keselamatan dari bahaya ke syirikan kepada Dzat Yang Maha membolak-balikkan hati.

Maka harusnya kita lebih khawatir dan senantiasa memohon kepada Allah agar selamat dari bahaya kesyirikan.

Sebab meski kita rajin puasa, shalat, sedekah, umroh, zakat, qurban, Namun jika kita berbuat kesyirikan maka lenyapkah semua amal yang pernah kita kerjakan. Na'udzubillah min dzalik.

***
Ya Allah, berikan kami taufiq dan hidayah Mu, serta jauhkan kami dari kesyirikan.

✍️ Habibie Quotes, 11/12/22

Artikel Lain





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar